Senin, 17 Maret 2014

Akademisi Baca Puisi


Dalam rangka mengumpulkan dana untuk saudara kita yang terkena bencana letusan gunung Kelud, “Mari Membaca Puisi Indonesia” (MMPI), mengadakan acara yang tidak pada umumnya. Saking tidak umumnya, jumlah penonton membludak sehingga terpaksa sebagian  penonton harus berlesehan “ria”, karena tidak mendapat tempat duduk.
Acara ini telah memberikan perhatian yang cukup besar dilingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pasalnya acara baca puisi ini tidak disemarakkan oleh peserta dari kalangan mahasiswa melainkan dari kalangan yang cukup berpengaruh diKampus ini dan beberapa kampus lainnya di sekitar yogyakarta yaitu para akademisi. Bahkan dalam acara yang diadakan di Teatrikal Perpustakaan UIN ini juga menghadirkan sosok yang cukup dinanti-nanti,  rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr.H. Musa Asy’arie.
 Acara yang diadakan pada 03 maret 2014 ini berjalan dengan sangat meriah dan menghibur, banyak dari kalangan penonton yang tertawa ketika dosen yang mendapat giliran membaca puisi menyelipkan kalimat canda tawa dalam pengantarnya sebelum membacakan puisi.  Bahkan sebelum para peserta dipanggil untuk membacakan puisi karya Aly D Musyrifa ini Labibah Zain (salah satu dosen fakultas Adab) selaku pembawa acara sering kali menyisipkan cerita-cerita nosalgia lucu. Salah satunya ketika ia akan memanggil dosen fakultas usuludin yaitu Al Makin, ia mengatakan “ setelah gagal di paduan suara, ikutlah dia lomba baca puisi yang pada waktu itu saya sabagai jurinya, tapi sayang nya tetep kalah juga.” Sekilas acara yang dibantu oleh Jurusan Ilmu Perpustakaan dan teater Eska ini terlihat seperti moment reuni para Akademisi yang dulunya  pernah menjalani masa pendidikan bersama. 
Teater Eska selaku pihak yang bertanggung jawab atas setting panggung, telah menyulap cover buku kumpulan puisi yang berjudul  “burung-burung ditiang duka” sebagai puisi yang dibacakan dalam acara ini, seolah-olah membesar dan menempel dilatar panggung. Persis sama, seakan-akan kita sedang melihat bukunya. Pada akhirnya saya sendiri selaku pencinta seni merasa terhibur dan puas atas penampilan beberapa seniman dalam acara luar biasa ini. 
 sumber : album bu labibah zain.

                                                              

Minggu, 09 Februari 2014

“Kesatria Pengetahuan alias Pustakawan “



Pustakawan, yah.. setiap kali aku menjawab satu kata itu semua orang yang mendengarkannya selalu memberi respon kurang menyenangkan. Mungkin lebih tepatnya memberi tanggapan yang bikin “nyesek”. Tapi ada yang tahu??  menurut ku tanggapan apapun yang diberikan seseorang tentang sesuatu, itu menggambarkan tingkat pengetahuannya. Yap, aku percaya itu karena ada satu orang, hanya satu yang baru kutemukan, memberi respon yang sama sekali berbeda bahkan memberiku sedikit motivasi dari ucapan beliau. Ternyata selidik punya selidik beliau adalah orang yang berpendidikan.hhmm... terbukti bukan ?? Beliau memberiku respon kurang lebih seperti ini “ wah.. pustakawan ya mbak, sekarang peluangnya bagus banget mbak didunia kerja. “ ihiii... ^_^
Sekarang, sebenarnya pustakawan itu apa ya ?, mengapa begitu banyak makhluk tuhan di Negara ini yang belum paham bahkan begitu menyepelekan status mereka. Kalo menurutku pustakawan itu adalah “orang” hehe... definisinya belum selesai lho, adalah orang yang mengurusi semua hal dari yang berbau, berasa, berbentuk, bahkan memiliki bayangan tentang perpustakaan. Ketahuilah semua yang berbau, berasa, berbentuk, bahkan memiliki bayangan tentang perpustakaan itu ada ilmunya jika memang  kita menginginkan perpustakaan yang “pantas” dikatakan “perpustakaan berkelas” dan tidak asal-asalan. Layaknya sebuah perusahaan, ucapkan selamat datang kepada kebangkrutan atau gulung tikar jika tidak memberikan kualitas terbaik dari produk dan tidak di menej dengan baik, sama halnya dengan perpustakaan jika tidak begitu, tidak akan ada makhluk-makhluk yang datang dan memanfaatkan produk yang ada diprpustakaan. Nah disana begitu terlihat sebuah perpustakaan sangat butuh mereka yang memiliki kecerdasan dan pengetahuan terkait siperpus, jika tidak ingin didatangi oleh bayang-bayang si “gulung tikar” :D . Orang-orang itu adalah “PUSTAKAWAN”.  Bagaimana pendapat anda ?? ^_^

Minggu, 09 Desember 2012